oleh

Nama Wagub Jateng Kembali Disalahgunakan Menjadi Akun FB Palsu

SEMARANG -Penipuan dunia maya kian marak, salah satunya melalui modus memakai akun palsu media sosial mengunakan identitas orang lain. Hal ini terjadi pula pada Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, yang namanya kembali disalahgunakan menjadi akun facebook palsu oleh oknum tidak bertanggungjawab.

Gus Yasin, sapaanya, mengatakan, dirinya baru-baru ini bahkan dihubungi seorang kolega yang mengaku mendapat kiriman pesan pribadi melalui Facebook dari akun yang mengatasnamakan dirinya. Padahal Gus Yasin sama sekali tidak mengirim pesan pada orang tersebut.

Baca Juga  Sekjen Gerindra Temui Ketum PP Muhammadiyah, Bawa Pesan Prabowo

Menurutnya, kejadian ini bukan kali pertama. Namanya beberapa kali dicatut menjadi akun Facebook palsu oleh oknum tidak bertanggungjawab.

“Bukan hanya saya sih, ada pejabat lainnya yang juga pernah dicatut. Memang dari (Kementerian) Kominfo harus selektif dan benar-benar punya kekuatan, sehingga bisa langsung punya akses menutup. Paling banyak di Facebook, kalau di media sosial lainnya minim,” katanya.

Baca Juga  Penambahan Stok Vaksin Covid-19 di Pekanbaru

Terkait akun Facebook palsu tersebut, kata dia, beberapa warga melapor kepadanya. Salah satunya warga Kepulauan Riau yang sempat kaget mendapat pesan yang dikirim lewat akun FB palsu itu. Penerima pesan merasa bingung, karena merasa tidak ada hubungan apapun dengan Wakil Gubernur Jawa Tengah, tiba-tiba mendapat pesan lewat Facebook.

“Kemudian dia DM (direct message) ke saya. Lalu saya jelaskan bahwa akun tersebut palsu. Kepada masyarakat saya minta untuk berhati-hati dan teliti dengan akun FB palsu,” pintanya.

Baca Juga  Sucofindo Serahkan Sertifikat Integrasi SNI ISO Kepada PLN

Ia mengimbau masyarakat untuk berhati-hati agar tidak mudah membagikan data yang bersifat rahasia, seperti PIN, kode verifikasi WhatsApp maupun data pribadi lainnya. Jika ada pesan seperti itu, Gus Yasin meminta masyarakat tidak menanggapi karena aksi tersebut dapat menjadi celah kejahatan. (*/cr1)

Sumber: jatengrov.go.id

News Feed